Apa sejatinya ikhlas itu..?

Apa sejatinya ikhlas itu..?

 IKHLAS


Saudaraku...


Ada sesuatu yang mudah diucapkan namun sulit diamalkan,

tetapi kita harus berupaya mewujudkannya, karena ini menyangkut kesuksesan hidup di dunia juga di akhirat. 


Ia tak lain adalah IKHLAS.


Apa sejatinya ikhlas itu..?


Ikhlas itu…

Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.


Ikhlas itu… 

Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.


Ikhlas itu… 

Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu… 

Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu… 

Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu… 

Ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisi mu, 

apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, 

apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu...

Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.


Ikhlas itu… 

Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, 

ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.


Ikhlas itu… 

Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, 

ketika salah mendorongmu berbenah, 

ketika tertinggal mendorongmu mempercepat kecepatan.


Ikhlas itu… 

Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, 

ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.


Ikhlas itu… 

Ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, 

kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, 

dan ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta dan data.


Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: 


"Dan mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

(QS. 98: 5)


Semoga kita bisa terus istiqamah, senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat yang baik, beribadah dan beramal dengan  penuh keikhlasan berharap ridha Allah semata. 


Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi banyak manusia. 


Robbana Taqobbal Minna Innaka Antas-samii'ul 'aliim


(Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui.)


Aamiin Yaa Mujiibassaailiin...


Selamat menunaikan sholat fardhu berjamaah di masjid ( bagi laki-laki yang tidak ada udzur), & semoga Allah menerima amal ibadah kita aamiin...

Pages (11)1234567 Next