01. MAKNA RAMADHAN BAGI MUSLIM DAN MUSLIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
MUQADDIMAH
Ikhwati
fillah, Kita sekarang ini sedang dinaungi oleh bulan yang mulia. Pada bulan ini
Allah membesarkan pahala dan karunia-Nya dan membukakan pintu-pintu kebaikan
bagi siapa saja yang ia sukai. Ini adalah bulan yang penuh dengan kebaikan dan
keberkatan, bulan penuh hadiah dan anugerah (2 : 185).
Ramadhan adalah bulan yang diliputi
oleh rahmat, ampunan dan keterbebasan dari api neraka. Bagian awalnya adalah
rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan bagian akhirnya dalah keterbebasab
dari neraka. Keutamaan bulan Ramadhan banyak disebutkan oleh hadits Nabi. Dalam
Shohihain diriwayatkan dari abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Umatku diberi lima sifat pada bulan Ramadhan yang belum
pernah diberikan kepada satu umat-umat sebelumnya. (1) Bau mulut orang yang
sedang shaum itu lebih harum di sisi Allah dari pada aroma kesturi. (2) Para malaikan memohonkan ampunan buat mereka sehingga
mereka berbuka. (3) Allah menghias surganya setiap hari dengan mengatakan : Para hambaku yang sholih hampir saja mencampakkan
kebendaan dunia dan kepenatan , untuk bergegas memasukimu. (4) Setan-setan
durhaka ketika itu dibelenggu sehingga meraka tidak lagi bisa melepaskan diri
sebagaimana pada bulan lain. (5) Mereka diberi ampunan pada akhir malam.”
Ditanyakan kepada Rasulullah saw : “Apakah maksudnya malam Lailatul Qodar?”
Beliau menjawab : “Bukan. Orang yang bekerja itu akan diberi upah (balasan) ketika
ia selesai melakukan pekerjaannya.”
Kelima bagian ini disimpankan oleh
Allah untuk kalian, dan sengaja pula dikhususkan buat kalian diantara seluruh
umat yang ada. Allah memberikan anugerah kepada kalian untuk menyempurnakan
nikmay-Nya kepada kalian. Betapa banyak sudah nikmat dan karunia yang Allah
berikan kepada kalian. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman
kepada Allah.(3 : 110).
KEUTAMAAN
PUASA RAMADHAN
Ketahuilah bahwa shaum merupakan
bagian dari ibadah yang paling utama dan bentuk ketaatan yang paling agung.
Banyak sekali hadits yang menerangkan hal ini.
Kalau saja ia bukan merupakan ibadah
agung yang mesti dilakukan oleh setiap hamba untuk beribadah kepada Allah
berikut pahala besar yang bakal diterimanya, tentu Allah tidak akan
mewajibkannya atas seluruh umat.
Diantara keutamaan shaum di bulan Ramadhan adalah :
1. Ia merupakan penyebab diampuninya dosa dan
dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa
berpuasa didasarkan kepada keimanan dan harapan pahala dari Allah maka dosanya
yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhori dan Muslim)
“Sholat
lima waktu, jum’at ke jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus
dosa-dosa diantaranya, apabila dosa-dosa besar telah dijauhi” (HR. Muslim)
2.
Pahalanya
tidak terbatas dengan jumlah tertentu. Rasulullah saw
bersabda :
“Setiap
amalan bani Adam adalah untuknya dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi
sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Allah swt berfirman : “Kecuali puasa,
ia adalah untuk-Ku dan aku akan membalasnya, dia telah meninggalkan syahwat dan
makanannya kare Aku” (HR. Muslim)
3.
Shaum adalah perisai.
Maksudnya adalah pelindung yang akan menjaga dan melindungi orang yang shaum
dari perbuatan sia-sia dan kotor. Disamping itu juga akan menjaganya dari api
neraka. Rasulullah saw bersabda :
“Puasa
adalah benteng (perisai). Maka apabila salah seorang kalian sedang berpuasa
janganlah berkata kotor dan mencela orang lain, apabila ada yang mencelanya
atau memeranginya, katakanlah : sesungguhnya aku sedang berpuasa” (HR. Bukhori
dan Muslim)
4.
Bau mulut orang yang
shaum lebih harum di sisi Allah dari pada aroma kesturi, karena ia merupakan
bagian dari dampak shaum.
5.
Orang yang shaum memperoleh
dua kebahagiaan; kebahagian ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika kelak ia
bertemu dengan Rabbnya.
6.
Shaum akan memberikan
syafaat kepada orang yang melaksanakannya pada harI kiamat. Rasulullah saw
bersabda :
“Puasa dan
Al Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Akan
berkata puasa : Wahai Rabbku, aku mencegahnya dari makanan dan syahwat, karena
itu syafa’atkanlah aku padanya ! Sedangkan Al Qur’an berkata : Aku telah
mencegahnya dari tidur di malam hari, karena itu syafa’atkanlah aku padanya!.
Nabi bersabda : “Keduanya kemudian menjadi syafa’at” (HR. Ahmad)
Keutamaan shaum tidak akan bisa
diraih kecuali apabila orang yang melaksanakan shaum benar-benar menjaga adab-adab shaum. Karena
itu bersungguh-sungguhlah di dalam menjalankannya dan peliharalah
batasan-batasannya. Bertaubatlah kepada Allah dari segala
kekurangan kalian di dalamnya.
HIKMAH
PUASA RAMADHAN
Shaum mempunyai banyak hikmah yang
menyebabkannya menjadi salah satu kewajiban dan rukun Islam. Diantaranya adalah
:
1. Sebagai Ibadah untuk bertaqorrub kepada Allah swt.
Yaitu dengan cara meninggalkan segala hasrat dan keinginan nafsu, yang
berupa makanan, minuman dan jima’. Dari situ akan terlihat kesungguhan
imannya, kesempurnaan ibadahnya kepada Allah swt, kekuatan cintanya kepada-Nya
serta harapannya di sisi-Nya. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang
dicintainya kecuali apabila ada yang lebih besar lagi darinya.
2.
Sarana untuk meraih
ketaqwaan.
Hikmah
shaum lainnya adalah bahwa ia merupakan penyebab lahirnya ketakwaan. Orang yang shaum diperintahkan agar
melaksanakan ketaatan dan menjauhi segala kemaksiatan. Rasulullah saw
bersabda :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan zur ( dusta dan batil),
tindakan zur dan kejahilan, maka Allah tidak butuh kepada amalan meninggalkan
makanan dan minuman yang dilakukannya”
(HR. Bukhori)
3. Memfokuskan hati untuk
kegiatan berpikir dan berdzikir.
Sebab, sebaliknya, memenuhi syahwat akan melahirkan kelalaian, bahkan
barangkali akan membuat hati menjadi keras dan membutakannya dari melihat
kebenaran. Oleh karena itu Nabi saw mmemberikan petunjuk agar makan
dan minum alakadarnya.
“Tiadalah bani adam mengisi wadahnya yang lebih jelek dari memenuhi
perutnya. Cukuplah kiranya beberapa suap makanan baginya untuk menegakkan tulang
punggungnya. Jika tidak dapat dihindarkan, maka sepertiganya untuk makanan,
sepertiganya untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (Hr. Ahmad,
Nasai dan Ibnu Majah)
Abu Sulaiman Ad Darooni berkata : “Jiwa itu jika
lapar dan dahaga, maka hatinya akan menjadu jernih dan halus. Akan tetapi jika ia kenyang, hati pun akan menjadi buta”.
4. Orang yang kaya akan mengetahui sejauh mana kebesaran
nikmat Allah yang telah dianugerahkan-Nya. Allah telah memeberikan nikmat
kepadanya untuk bisa makan, minum dan jima’, di mana banyak manusia lain yang
tidak bisa menikmatinya.
5. Shaum juga dapat melatih kita untuk belajar mengekang
diri, menguasainya serta melatih untuk mampu menahan diri, sehingga kemudian ia
akan dapat mengendalikannya dan mengarahkannya kepada kebaikan dan kebahagiaan.
Sebab jiwa itu memang selalu mengajak kepada hal-hal yang buruk, kecuali yang
dirahmati oleh Allah swt.
6. Menghilangkan sifat sombong.
Hikmah shaum lainnya adalah menyadarkan diri dan menghilangkan sifat
sombong sehingga ia akan tunduk kepada kebenaran. Rasa kenyang,
banyak minum, serta berjima’ dengan isteri, masing-masing akan menimbulkan
kesenangan yang kelewat batas, kesombongan, keangkuhan dan kecongkakan terhadap
manusia lain. Sebab, jiwa itu jika membutuhkan hal-hal semacam ini, maka ia
akan menyibukkan diri untuk meraihnya.
7.
Mempersempit jalan
syetan.
Pembuluh
darah akan menyempit manakala seseorang itu lapar dan dahaga, sehingga jalan
syetan di dalam tubuh manusia pun
menjadi sempit pula. Sebab, syetan itu berjalan di dalam tubuh bani Adam pada pembuluh darah, sebagaimana
disebutkan dalam Shohihain dari Rasulullah saw. Dengan demikian bisikan-bisikan
syetan akan berhenti karena seseorang itu menjalankan shaum, demikian juga
kerasnya syahwat dan amarah akan melentur. Oleh karena itu Rasulullah bersabda
:
“Wahai sekalian pemuda, siapa diantara kalian yang sudah punya
kemampuan. Maka hendaknya ia
menikah, karena menikah itu lebih bisa menjaga pandangan dan kemaluan. Dan
barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu akan
menjadi perisai baginya” (Muttafaq ‘alaih)
8.
Hikmah lainnya adalah
adanya manfaat-manfaat kesehatan yang disebabkan mengurangi makan,
mengistirahatkan alat pencernaan serta mengendapkan sebagian dari
kelembaban-kelembaban dan ampas-ampas yang merugikan badan.
HAL-HAL YANG HARUS
DIJAUHI
Seorang yang sedang melaksanakan
ibadah shaum harus berusaha semaksimal mungkin menjauhi dan meninggalkan
hal-hal yang diharamkan dan dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi
hal-hal yang dapat merusak hati dan puasanya, seperti su’udzon, tajassus, gibah
dsb.
Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah
menyebutkan lima
hal yang dapat merusak hati :
1.
Pergaulan yang
berlebihan.
2.
Mengarungi Lautan
angan-angan.
3.
Bergantung Kepada
Selain Allah swt.
Hal
ini merupakan perusak hati yang paling parah secara mutlak. Tidak ada yang
lebih berbahaya dari pada itu. Allah swt berfirman :
واتخذوا من دون الله ءالهة ليكونوا لهم عزا .
كلا سيكفرون بعبادتهم ويكونون عليهم ضدا . (مريم : 81-82)
واتخذوا من دون الله ءالهة لعلهم ينصرون . لا يستطيعون
نصرهم وهم لهم جند محضرون . (يس : 74-75)
4.
Makanan.
Perusak macam ini ada dua jenis :
1. Sesuatu yang dapat merusak karena dzatnya, seperti
hal-hal yang diharamkan. Yaitu ada dua jenis : (1) Muharromat lihaqqillah,
seperti darah, bangkai, daging babi dan daging hewan-hewan buas. (2) Muharromat
lihaqqil Ibad, seperti barang hasil curian, ghosob, nyamun atau barang yang
diambil dari orang lain tanpa ridhonya.
2.
Sesuatu
yang dapat merusak karena kadarnya dan melewati batas. Seperti isrof dalam
hal-hal yang halal, kenyang yang berlebihan.
5.
Banyak Tidur.
Hal
ini dapat mematikan hati, memberatkan badan, menyia-nyiakan waktu dan akan
mewariskan kelalayan dan kemalasan.
Disamping lima hal di atas, Imam
Ibnu Rojab menambahkan :
6. Banyak bicara yang tidak bermanfaat.
Rasulullah saw bersabda :
“Tidak akan lurus iman seseorang sehingga hatinya lurus, tidak akan
lurus hatinya sehingga lurus lisannya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga
lurus lisannya” (HR. Ahmad)
“Jangan kalian banyak bicara selain dzikrullah, karena banyak bicara
selain dzikrullah dapat mengeraskan hati. Sesungguhnya orang yang paling jauh
dari Allah adalah orang yang hatinya keras” (HR. Tirmidzi)
7.
Pandangan berlebihan Yang Tidak Bermanfaat.
PEMANFAATAN
WAKTU
Bagaimanakah caranya agar waktu
kita-khususnya di bulan Ramadahan- dapat membuahkan hasil yang positif ?
Banyak cara yang dapat kita tempuh
agar waktu kita membuahkan hasil yang positif, diantaranya adalah :
1. Membaca, Menghafal dan mempelajari Kitabullah (Al
Qur’an Al Karim).
2. Tholabul Ilmi. Bisa dilakukan dengan menghadiri
majalisul ilmi, mendengarkan kaset-kaset ceramah dean membaca buku-buku yang bermanfaat.
3.
Dzikrullah.
Rasulullah saw telah mewasuatkan kepada para sahabatnya : “Hendaknya lisan
kalian selalu basah dengan dzikrullah” (HR. Ahmad)
4.
Banyak melakukan
Ibadah-ibadah sunnah. Rasulullah saw bersabda :
5.
Dakwah, Amar Ma’ruf
Nahi Munkar dan Memberi Nasihat.
6.
Berziarah kepada
kerabat dekat dan silaturrahim. Rasulullah saw bersabda :
7.
Memanfaatkan
waktu-waktu utama. Seperti ba’da shalat fardhu, antara adzan dan iqomah,
sepertiga malam terakhir, saat mendengar adzan, dan setelah shalat subuh sampai
terbit matahari.
FAKTOR-FAKTOR
YANG DAPAT MENOLONG PENJAGAAN WAKTU
1.
Muhasabah Diri.
Coba lah evaluasi dan tanya diri kita ! Apa yang sudah dikerjakan hari
ini ? Waktu anda sehari penuh digunakan untuk apa ? Apakah kebaikan anda hari
ini bertambah atau justru sebaliknya, kejelekannya yang bertambah?
2. Membina Jiwa Untuk Memiliki Semangat Yang Tinggi.
3. Berteman Dengan Orang Yang Pandai Menjaga Waktunya.
4. Belajar Dari Ulama Salafush Shalih Dalam Hal Pemanfaatan
Waktu.
5. Membagi Waktu Untuk Beberapa Kegiatan Agar Tidak Bosan.
6. Sadari Bahwa Waktu Yang Sudah Lewat Tak Akan Kembali.
7.
Mengingat Kematian.
8.
Menjauhi Teman Yang
Senang Membuang Waktu.
9.
Menyadari Bahwa
Manusia Akan Ditanya Di Akhirat Tentang Waktunya.
KEWAJIBAN MUSLIM
TERHADAP WAKTUNYA
1.
Selalu bersemangat
untuk istifadah dari waktunya.
2.
Pandai mengatur waktu.
Salah satu orang Shalih berkata :
“Waktu-waktu
hamba itu hanya ada empat tidak ada yang kelima : Nikmat, cobaan, tho’at dan
maksiat. Dan pada setiap waktu tersebut ada hak Allahnya sesuai dengan tuntutan
rububiyah-Nya”
3.
Memanfaatkan waktu
kosong. Rasulullah saw bersabda :
“Dua nikmat dimana banyak manusia yang
tertipu; Nikmat sehat dan nikmat kosong” (HR. Bukhori).
MARAJI’
1.
Kaifa Nastatsmiru
Auqotana, Al Qismu Ilmi Darul Wathan
2.
Majalisu Syahri
Ramadhan, Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin
3.
Mufsidatul Qalbil
Khomsah, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah
4.
Tajkiyatun Nufus,
Ibnu Rajab, Ibnu Qayyim dan Al Ghazali,
Tartib : Ahmad Farid
5.
Tazkiyatun Nafs, Abul
Bara’ Sa’ad bin Muhammad Ath Thukhais