1. MENYONGSONG RAMADHAN

1. MENYONGSONG RAMADHAN




إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Pertama, marilah kita panjtkan puji syukur kehadirat Allah Ta'ala yang telah memberikan pada kita berbagai nikmat. Shalawat dan salam senantiasa tercurah pada nabi junjungan Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan para pengikutnya hingga akhir zaman
Jama'ah shalat tarawih yang dimulyakan Allah Ta'ala
Bagaimanakah perasaan anda jika ada seorang tamu yang anda cintai dan rindukan memberitahu, bahwa ia akan datang dan tinggal bersama anda selama beberapa hari, apa yang akan anda lakukan ?.
Tidak diragukan lagi, anda akan senang dan berbahagia, kemudian anda akan bersiap-siap menyambut kunjung an itu dan sedapat mungkin anda akan merapikan diri, membersihkan rumah dan menyiapkan acara-acara yang menarik dalam rangka kunjungan itu. Bukankah demikian? Jawabannya adalah, "Tentu!".
Wahai saudaraku, bagaimana jika tamu itu bukan saja anda cintai, akan tetapi juga dicintai Allah, Rasul-Nya dan seluruh kaum muslimin? Bagai-mana jika tamu ini selama tinggal bersama kita antara siang dan malam-nya membawa kebaikan dan keber-kahan?.
Tamu yang dimaksud itu tidak lain adalah Ramadhan, bulan yang mulia, bulan al-Qur'an, bulan shiyam, bulan bertahajjud dan qiyamullail, bulan kesabaran dan takwa, bulan kasih sayang, ampunan dan terbebasnya hamba dari api neraka, bulan yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Pendahulu umat ini telah memahami betapa tinggi nilai tamu tersebut. Oleh karena itu, diriwayatkan, bahwa mereka berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan apabila mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo'a kepada Allah agar amal mereka pada bulan-bulan yang lain diterima.
Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah Ta'ala
Kebanyakan orang Menyambut Bulan Ramadhan
Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah". (QS.al-An'am:116).
Saudaraku yang mulia! Kalau kita perhatikan kondisi umat Islam, maka kita akan mendapatkan keaneka- ragaman cara di kalangan umat Islam saat menyambut bulan Ramadhan yang rata-rata menyimpang dari syari'at Allah. Di antara mereka ada yang menyambutnya dengan pesta, pawai-pawai, lagu-lagu atau nyanyian bermusik. Orang-orang jawa juga banyak yang menyambut ramadhan dengan padhusan. Yaitu acara mandi bersama di sebuah kolam renang yang campur baur antara laki-laki dan peremapuan.
Banyak juga yang menyambut ramadhan dengan sadranan. Yaitu mendatangi kuburan sesepuh-sesepuh mereka untuk mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan. Semua itu dilakukan oleh ummat islam karena melestarikan kebiasaan orang-orang sebelumnya. Dan semua itu bukanlah hal yang diperintahkan dalam menyambut ramadhan dan bahkan bermuatan bid'ah serta kesyirikan.
Tidak pantas bagi seorang menyambut bulan Ramadhan dengan hal yang tidak dituntunkan islam. Yaitu dengan perbuatan maksiat, haram dan mendurhakai Penguasa semesta alam.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan
Jika kita telah mengetahui cara kebanyakan masyarakat yang menyimpang dalam menyambut Ramadhan, maka penting bagi kita untuk mengetahui pula tuntunan islam dalam menyambut bulan Ramadhan. Diantara tuntunan yang diajarkan islam adalah ;
Pertama : Berdo'a, semoga Allah memper-panjang umur kita sampai dapat menyelesaikan bulan Ramadhan. Begitu pula memohon kepada Allah pertolongan dan kekuatan dalam menunaikan shadaqah, qiyamullail dan beramal shalih di dalamnya.
Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan". (QS. al-Fatihah:5)
Kedua : Kebersihan dan kesucian. Maksudnya adalah kebersihan ma'nawi yaitu taubat yang tulus dan sebenar-benarnya dari segala dosa dan maksiat. Bagaimana mungkin seseorang menu-naikan puasa sedangkan dia berbuka dengan sesuatu yang haram, atau meninggalkan shalat, atau durhaka kepada kedua orang tua, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat dan malaikat Jibril pun mengamininya?
Wahai saudaraku yang saya cintai! Bagaimana anda menginginkan shaum yang diterima dan bermanfaat, sedangkan anda berada dalam keadaan melakukan dosa ini dan itu?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum". (HR. al-Bukhari). "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga". (Shahih Al Jami').
Ketiga : Di antara masalah penting lain-nya adalah bertafaqquh (memahami) hukum-hukum shaum dan mengenal petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum memasuki shaum. Mempelajari syarat-syarat shaum, syarat sahnya, yang membatal-kannya, hukum shaum pada hari yang diragukan, apa yang boleh, wajib atau haram dilakukan oleh seseorang yang sedang melakukan shaum, apa etika dan sunnah-sunnahnya, hukum-hukum qiyamullail, berapa bilangan raka'atnya, hukum-hukum shaum bagi yang ber-halangan baik karena safar (bepergian) atau sakit. Hukum zakat fitrah dan lain sebagainya.
Begitu pula mengenai petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bulan Ramadhan yang bertalian dengan diri beliau, shaumnya, qiyamullailnya, kemurahan hatinya, pemeliharaan dirinya serta keteladanan beliau dalam bertadarrus al-Qur'an, juga yang berkaitan dengan keluarga dan umatnya. Sebab segala sesuatu harus didahului dengan ilmu dan pemahaman sebelum mengamalkannya.
Keempat : Mempersiapkan acara-acara menyambut "tamu agung", di antaranya dengan membaca al-Qur'an, mempelajarinya kemudian menghafalnya, qiyamullail, memberi buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa, melakukan umrah, i'tikaf, dan berlomba dalam kebaikan dengan semangat fastabiqul khairat, shadaqah, dzikir, penyucian jiwa dan lain-lain.

Kita berdo'a semoga Allah berkenan memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita agar dapat beramal shalih pada bulan Ramadhan. Demikian yang dapat kami sampaikan
وَاللهَ نَسْأَلُهُ أَنْ يَرْزُقَنَا عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنًا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Pages (11)1234567 Next